Pemakaian cincin tunangan pada wanita – Tunangan dalam Islam disebut juga khitbah. Jika khitbah tidak diharuskan menggunakan cincin, namun tunangan umumnya dianjurkan untuk saling tukar cincin. Cincin ini akan menjadi tanda bahwa seorang wanita sudah diikat oleh seorang pria melalui proses tunangan.

Dalam adat Jawa, tunangan juga disebut dengan istilah tetalen, tetalen sendiri diambil dari kata tali yang berarti seseorang yang sudah melakukan tunangan seolah-olah mereka sudah diikat menggunakan sebuah tali. Kedua pasangan yang sudah melakukan tunangan tidak bisa sesuka hati menerima orang lain untuk menikah, kecuali jika ikatan tersebut putus atau sudah dilepas sesuai kesepakatan.

Menurut beberapa sumber, sejatinya letak pemakaian cincin tunangan ini tidak ada ketentuan yang mengatur secara pasti. Namun sejauh ini tradisi yang masih banyak dianut oleh masyarakat menyatakan bahwa pemakaian cincin tunangan pada wanita diletakkan di jari manis kiri. Hal ini disesuaikan dengan adat jawa yang menyebutkan bahwa cincin tunangan dipakai di jari tangan kiri, sementara cincin nikah dipakai di jari tangan kanan.

Dengan adanya tradisi tersebut, diharapkan masyarakat dapat mengetahui dengan pasti status seorang wanita hanya dengan melihat letak cincin pada jari tangannya. Namun, jika Anda penasaran dengan alasan lebih lanjut yang menyebabkan cincin tunangan diletakkan di jari kiri, kami akan memberikan informasinya untuk Anda.

Kebiasaan pemakaian cincin tunangan pada wanita yang diletakkan di jari manis sebenarnya sudah ada sejak dulu dan diduga berasal dari kepercayaan bangsa Yunani dan Romawi. Kedua bangsa ini mempercayai bahwa pembuluh vena spesial atau yang sering disebut pembuluh vena amoris merupakan pembuluh darah yang menghubungkan aliran darah dan jantung secara langsung.

Pembuluh vena inilah yang dipercaya oleh masyarakat Romawi dapat menyatukan hati kedua insan menjadi satu bagian. Alasan tersebut yang akhirnya mengawali kebiasaan memasang cincin tunangan di jari manis.

Sementara itu, alasan yang mendasari mengapa memilih jari kiri sebagai letak cincin pertunangan yaitu untuk menyatakan bahwa kedua insan tersebut belum menjadi pasangan resmi. Kedua pasangan hanya terikat secara hati dan untuk membuktikan kekuatan cinta di antara keduanya disimbolkan melalui pertukaran cincin pertunangan. Cincin tersebut akan dipindahkan pada saat kedua insan tersebut melakukan pernikahan. Pada saat pernikahan itulah cincin akan berpindah ke jari manis kanan yang menyimbolkan bahwa kedua pasangan telas resmi dan membentuk ikatan secara nyata.

Selain dilihat dari letak pemakaiannya, ternyata bahan dasar yang digunakan untuk pembuatan cincin tunangan juga memiliki makna filosofis tersendiri. Umumnya, masyarakat akan mimilih cincin tunangan berbahan dasar emas. Hal ini dikarenakan emas merupakan jenis logam mulia yang awet dan tahan kama, sehingga nantinya pernikahan kedua insan ini diharapkan akan awet dan langgeng hingga maut memisahkan.

Selain berbahan dasar emas, cincin tunangan juga dapat terbuat dari bahan berlian. Berlian juga memiliki filosofi hampir sama dengan emas karena berlian merupalan salah satu jenis batu mulia yang tak pernah berubah oleh zaman.

Demikian beberapa penjelasan mengenai pemakaian cincin tunangan pada wanita. Usahakan untuk memilih model dan bahan dasar cincin tunangan sesuai kebutuhan dan kenyamanan. Jangan lupa pula untuk mendiskusikan setiap keputusan dengan pasangan Anda dan selalu menyesuaikan dengan budget yang sudah ditetapkan.

Ingin membuat cincin tunangan yang bagus dan spesial?

Hubungai Cincinku.com di 0878 8686 2138