Jenis-jenis bahan cincin kawin – Pernikahan merupakan momen sakral antara dua insan manusia yang terjadi sekali seumur hidup. Kesakralan momen inilah yang membuat kedua insan tersebut akan mempersiapkan segala sesuatunya sebaik mungkin. Salah satu hal yang harus dipersiapkan yaitu cincin kawin. Cincin kawin dijadikan sebagai simbol dan kesetiaan cinta dari kedua pasangan.

Dalam memilih sebuah cincin kawin, selain memperhatikan bentuk keindahannya, Anda juga perlu memperhatikan sisi kenyamanan masing-masing pasangan. Sisi kenyamanan pada suatu cincin kawin sangat berkaitan erat dengan bahan yang digunakan untu membuat cincin tersebut.

Jenis-jenis Bahan Cincin Kawin
Dewasa ini, bahan dasar pembuatan cincin kawin sudah mulai beragam. Ada yang berbahan dasar perak, emas, tungsten carbide, dan masih banyak lagi. Seperti yang kita tahu, pria muslim memiliki larangan menggunakan cincin yang terbuat dari emas, sehingga harus mencari alternatif lain sebagai bahan dasar pembuatan cincin yang akan dipakainya. Berikut ini adalah jenis-jenis bahan cincin kawin yang beredar di pasaran Indonesia. Adapun penjelasan masing-masing bahan akan dijelaskan pada uraian di bawah ini.

1. Cincin perak
Dulu perak tidak digunakan sebagai cincin kawin karena rentan pudar dan tergores. Namun, sekarang cincin perak menjadi salah satu cincin kawin yang cukup populer di masyarakat. Perak dapat dilapisi dengan bahan rhodium, sehingga lebih tahan lama dan kuat terhadap goresan maupun noda. Cincin berbahan perak juga memiliki harga yang relatif terjangkau karena bahannya yang ringan. Selain memiliki harga yang relatif terjangkau, bahan dasar perak murni ini memiliki sifat yang lembut dan mudah dibentuk.

2. Cincin emas
Cincin emas dibagi menjadi cincin emas kuning, emas putih, dan emas rose. Cincin emas kuning merupakan salah satu bahan yang memiliki kualitas tahan lama karena tahan terhadap perubahan kimia. Kilau dari emas yang mengkilap juga menjadi daya tarik sendiri bagi penggunanya.

Sementara itu, cincin rose memiliki warna yang agak kemerahan dan dipilih untuk mengimbangi emas putih maupun emas kuning. Cincin jenis ini terbuat dari paduan yang indah antara logam emas dan tembaga. Namun secara teknis, proporsi tembaga yang digunakan dalam cincin ini berbeda jika dibandingkan dengan jenis emas lainnya.

Cincin emas putih sendiri merupakan cincin emas kuning yang sudah dicampur logam perak dan aloy, serta dilapisi rhodium agar kuat dan tahan lama. Namun, cincin emas putih ini memiliki harga yang lebih mahal jika dibandingkan dengan cincin emas kuning. Saat ini, cincin emas putih lebih diminati masyarakat karena dinilai lebih indah, bersinar, dan lebih terkesan jika dibandingkan dengan cincin emas kuning.

3. Cincin platinum
Cincin platinum murni memiliki sifat yang berat dan kuat. Cincin platinum merupakan cincin paling mahal karena adanya keterbatasan bahan dan permintaan yang tinggi. Cincin jenis ini banyak digemari karena tidak menyebabkan alergi, serta tahan terhadap korosi dan keausan.

4. Cincin palladium
Cincin palladium memiliki sifat yang hampir sama dengan cincin platinum ataupun emas putih namun memiliki harga yang relatif lebih murah. Cincin jenis ini memiliki berat yang lebih ringan dengan warna yang menarik dan lebih tahan lama. Tak hanya itu, cincin jenis ini juga lebih tahan terhadap goresan dan tidak menimbulkan alergi.

Demikian jenis-jenis bahan cincin kawin yang kami rekomendasikan untuk Anda. Usahakan untuk mencari beberapa info seputar model dan keunggulan dari masing-masing bahan sebelum Anda membeli cincin. Alangkah lebih baik jika Anda memilih bahan dasar pembuatan cincin yang sesuai dengan kenyamanan dan kebutuhan kedua belah pihak dan jangan lupa untuk selalu menyesuaikan dengan budget yang Anda miliki.